Rabu, 04 Februari 2015

Memperjuangkan Hak Saya

Hidup itu tidak selalu berjalan mulus seperti yang kita harapkan..
terkadang masalah datang tanpa kita inginkan terus datang meskipun masalah sebelumnya belum selesai sampai membuat kita merasa menyerah.. dan tidak dapat berfikir dengan baik..

Seperti yang saya dapatkan diperkuliahan..
bahwa masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan..

Harapan saya dalam hidup adalah membahagiakan kedua orang tua saya..
tetapi takdir berkata lain..
ayah saya sudah dipanggil untuk menghadap allah sebelum saya bisa membahagiakannya..

Tapi saya percaya..
"Sebaik - baiknya rencana kita, masih lebih baik rencana Allah untuk kita" 

Hari itu adalah hari minggu tepatnya adalah tanggal 01 Juni 2014..

pukul 12.00 WIB keatas saya mau berpamitan pada kedua orang tua saya untuk kembali ke perantauan karena saya akan mengikuti pelaksanaan ujian akhir semster dikampus saya..
tapi allah benar - benar mencintai saya karena ayah saya diambil saat saya belum berangkat..
saat saya masih dirumah..
saya masih bisa melihat allah untuk yang terakhir kali..
thanks god

Sejak kejadian itu saya masih kehilangan ayah.. sejak saat itu saya berjanji untuk menjaga ibu dan berusaha tidak mengecewakannya karena orang tua saya sekarang tinggal satu..
perjuangan saya sangat berat menghadapi hari - hari setelah meninggalnya ayah saya..
hasil uas yang tidak terlalu baik karena saya memang tidak siap mengikuti uas dengan kondisi yang sangat buruk

sebelumnya saya jelaskan bahwa ayah saya adalah seorang pegawai negeri sipil di DPU..
selepas ayah meninggal saya mengurus surat-surat pensiun ayah karena ayah saya meninggal dalam keadaan masih aktif..
semua surat saya urus sendiri.. saya berharap tidak mengeluarkan biaya yang banyak kaalau saya sendiri yang mengurus..
tetapi ada beberapa surat yang memang harus diurus oleh orang dinas dan tidak bisa saya urus sendiri..

sekian waktu berjalan..
hari itu adalah hari senin tanggal 02 Februari 2015 saya bertemu dengan kerabat/kakak yang sudah beberapa tahun tidak pernah bertemu..
Dari situlah perjuangan ini dimulai..

Alhamdulillah allah selalu mengirimkan orang - orang baik untuk membantu saya..
pembicaraan kita dimulai dari kabar, kuliah, teman, mantan, dan orang tua..

sekali lagi alhamdulillah allah mempertemukan saya dengan orang ini
dia memiliki seorang ayah pegawai negeri sipil juga dan meninggal sama seperti saya..
disitulah akar permasalahan yang selama ini saya pendam saya sampaikan padanya..

salah satu surat yang diminta orang dinas untuk mendapatkan pensiun yang asli tidak ada..
ibu saya bingung.. saya bilang kepada kerabat saya terkait permasalahan tersebut dan dia memberikan saran agar saya ke taspen dan berkonsultasi masalah tersebut agar bisa mendapatkan jalan keluar permasalahan tersebut..

Esok harinya saya ke taspen..
saya bertemu dengan salah satu petugas yang baik dan ramah..
saya berkonsultasi mengenai kartu yang hilang tersebut dan beliau menjawab bahwa kartu tersebut sudah tidak diperlukan dan yang asli memang diambil taspen..

Lalu..
saya juga menanyakan apa yang dibilang oleh kakak saya bahwa saya masih belum belum 21 tahun seharusnya saya masih mendapatkan tunjangan apalagi saya masih kuliah..
bapak taspen bilang bahwa disuruh lihat sk.nya

dengan perasaan kacau saya ke dinas ayah saya..
disana saya bertemu dengan seseorang yang tidak usah disebutkan namanya..
saya bertanya baik - baik mengenai sk..
tapi dia berbicara dengan nada tinggi.. saya bilang kenapa saya dihapus padahal saya seharusnya masih berhak mendapatkan tunjangan

karena beliau berbicara dengan nada tinggi saya juga ikut emosi.. dengan perasaan marah saya bawa sk janda ibu saya ke taspen.. dan beliau bilang kalau skx diralat butuh waktu 5 - 6 bulan..
bapak taspen bilang bahwa saya harus ke dinas lagi dan meminta dinas untuk meralat skx karena nama saya tidak tercantum di sk..
dan saya seharusnya ada di sk..
saya masih berhak dan saya ingin memperjuangkan hak saya..
saya kembali lagi ke taspen dan bapak taspen bilang saya disuruh minta surat pengantar dari dinas agar saya bisa mengurus sendiri ke surabaya..

saya kembali ke dinas dan saya dipertemukan pada orang yang berbeda..
orangnya lebih halus namun menurut saya dia tidak tulus..
dia bilang pada saya bahwa saya bisa mendapatkan surat pengantar apabila saya memberikan surat keterangan aktif kuliah..
hanya itu persyaratannya dan masih melekat dalam otak saya..

saya ke kampus dan dikampus saya dimintai surat model dk yang menunjukkan bahwa saya mendapatkan tunjangan tapi saya tidak punya karena saya tidak dikasi oleh dinas..
akhirnya saya berusaha berbicara baik dengan bagian kemahasiswaan bahwa saya dalam posisi yang sulit dan segera membutuhkan surat keterangan aktif kuliah..

esok harinya saya ke kampus mengambil surat keterangan aktif kuliah..
alhamdulillah cepat selesai..

setelah itu saya ke dinas menagih janji orang dinas yang kemarin bahwa saya bisa mendapatkan surat pengantar apabila saya membawa surat keterangan aktif kuliah..

sesampainya di dinas.. ibuk yang kemaren bilang bahwa saya bisa mendapatkan surat pengantar dengan hanya membawa surat keterangan aktif kuliah berdalih bahwa saya harus menunggu surat model dk baru saya bisa mendapatkan surat pengantar..

saya bertanya dimana surat itu dibuat.. dy bilang di disini..
saya minta buatkan dy bilang saya tidak boleh terburu - buru..
saya minta surat pengantar saja susahnya minta ampun..
dy bilang yang buat surat orangnya tidak ada.. baru ada besok.. dan pak kepala UPT tidak ada juga jadi tidak bisa tanda tangan..

saya tetap memaksa dibuatkan surat pengantar karena saya sudah tidak bisa menerima sistem yang berlaku dalam birokrasi ini..
saya diancam tidak akan diurus lagi apabila ada kesalahan atau dipersulit nantinya..
beliau marah dan meminta saya keluar ruangan..
saya sudah melakukan sesuai prosedur tapi kenapa masih dihalangi..

akhirnya saya dibuatkan surat pengantar
dan
alangkah terkejutnya saya bahwa dalam surat pengantar tersebut nama yang dicantumkan adalah nama orang yang saya temui tadi..

astaufirullah permainan macam apa ini
bilang yang buat surat tidak ada
bilang yang tanda tangan tidak ada
ternyata orangnya adalah beliau sendiri

astaufirrullah betapa buruknya sistem birokrasi dalam dinas ini

saya sudah bilang bahwa saya minta surat pengantar ke bkn.. tetapi saya malah dibuatkan surat pengantar ke dinas yg di surabaya..

astaufirullah begitu beratnya memperjuangkan hak saya

saya ke taspen berkonsultasi dengan bapak taspen dan akan dibantu untuk mencarikan solusinya

nanti saya, ibu saya, seluruh keluarga, sahabat, teman, kerabat, dan semua yang peduli dengan saya berharap di surabaya bisa berjalan dengan mudah dan prosesnya tidak berbelit - belit seperti disini sehingga saya bisa mendapatkan hak saya..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar