Rabu, 02 Oktober 2013

Evaluasi Penyuluhan Pertanian



Evaluasi Penyuluhan Pertanian

Evaluasi adalah alat manajemen yang berorientasi pada tindakan dan proses. Informasi yang dikumpulkan kemudian dianalisis sehingga relevansi dan efek serta konsekuensinya ditentukan sesistematis dan seobjektif mungkin. Data ini digunakan untuk memperbaiki kegiatan sekarang dan yang akan datang seperti dalam perencanaan, program, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan program untuk mencapai kebijaksanaan penyuluhan yang lebih efektif. Data tersebut mencakup penentuan penilaian keefektifan kegiatan dibandingkan dengan sumber daya yang digunakan.
Evaluasi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan metode ilmu-ilmu sosial, tetapi sebagian besar dilakukan oleh agen penyuluhan. Perlu dikembangkan metodologi yang lebih sederhana, sesuai, dan kurang menyita waktu. Agen penyuluhan sering membatasi dirinya hanya pada satu analisis yang sistematis saja, padahal kadang-kadang mereka dapat mengumpulkan informasi tambahan melalui kuesioner. Agen penyluhan dapat menggunakan evaluasi dengan cara lain, tujuannya bukan untuk memberi pujian jika mereka melakukannya dengan baik, atau ganjaran jika kurang baik, yang diharapkan adalah agar mereka termotivasi melaksanakan tugasnya dengan baik dan emperoleh wawasan yang luas dari hasil pekerjaannya.
Evaluasi mempunyai beberapa fungsi bagi agen penyuluhan. Evaluasi sebagai pemberi informasi digunakan agen penyuluhan sebagai dasar pengambilan keputusan, walaupun biasanya keputusan juga didasarkan pada bayangan yang ditunjukkan oleh banyak sumber informasi, dan tidak dari satu sumber saja. Evaluasi dapat melengkapi basis informasi sehingga menyebabkan terjadinya perubahan bertahap dalam rencana. Evaluasi program yang telah selesai tidak memberikan informasi yang berguna untuk perbaikan program bersangkutan tetapi pengalaman yang diperoleh berharga untuk merencakan program berikutnya.
Masalah utama dalam evaluasi adalah bahwa agen penyuluhan sering melihatnya sebagai satu ancaman, terutama jika mereka kurang percaya diri atau tidak yakin akan penilaian atasannya terhadap tugas mereka. Masalah yang gawat terutama pada budaya dimana kritik bisa menyebabkan kehilangan muka dan tidak bisa dilihat sebagai cara yang positif untuk membantu agen penyuluhan memperbaiki tugasnya, dan berbicara dengan penuh keyakinan. Penilai dapat mengurangi perasaan demikian dengan memberikan kesan bahwa agen penyuluhan dibantu untuk melakukan sebaik-baiknya tugas bukan sedang diperlukan tugasnya. Penting bagi agen penyuluhan untuk diikutsertakan  merumuskan pertanyaan untuk penelitian maupun membantu menafsirkan hasil evaluasi.
Tingkat dan kriteria untuk menilai program penyuluhan

Tingkat yang lebih tinggi pada umumnya merupakan hasil tingkat yang lebih rendah. Evaluator dapat mengarahkan perhatiannya pada setiap tingkatan. Semakin tinggi tingkat yang diamati, semakin lebih akurat diketahui posisi sasaran akhir program penyuluhan yang telah dicapai. Pada waktu yang sama, biasanya lebih sulit menemukan kriteria pengukuran yang sesuai untuk perubahan pada tingkat yang lebih tinggi. Sulit untuk membuktikan bahwa perubahan pada tingkat ini merupakan hasil dari kegiatan penyuluhan, dan bukan karena faktor lain. Mudah untuk menunjukkan penyebabnya, jika evaluasi juga dilakukan pada tingkat yang lebih rendah walaupun tenaga kerja dan sarana lain mungkin tidak tersedia.
Tingkatan-tingkatan untuk menilai program penyuluhan
1.    Tingkat Pemrograman kegiatan penyuluhan
Program penyuluhan telah diberikan sejumlah pertanyaan yang dapat  digunakan untuk memutuskan apakah dapat diharapkan untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan program tertentu.

2.    Tingkat Penerapan program oleh agen penyuluhan
Tingkat ini biasanya lebih disebut sebagai pemantauan daripada evaluasi, pemantau dapat mengamati tenaga kerja dan sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan program yang efektif.

3.    Tingkat Parsitipasi petani dalam kegiatan penyuluhan
Evaluator dapat memeriksa jumlah penerbitan yang dibaca, jumlah kehadirannya pada pertemuan dan demonstrasi dan permintaan akan saran penyuluhan dan sebagainya. Evaluator dapat membandingkan informasi ini dengan yang dari kelompok sasaran yang akan dicapai oleh agen penyuluhan.

4.    Tingkat Pendapat petani tentang kegiatan penyuluhan
Pendapat petani mengenai kegiatan penyuluhan sering memberi peluang untuk membuat penyesuaian sementara pada program penyuluhan. Evaluator harus memperhatikan isi dan metode penyuluhan apakah program penyuluhan disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kategori sasaran dengan ain atau tidak. Pendapat petani akan menerangkan sampai tingkat tertentu partisipasi mereka di dalam kegiatan penyuluhan

5.    Tingkat Perubahan dalam pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi, dan norma kelompok.
Evaluator tidak jarang harus menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, motivasi, dan norma kelompok, sedikitnya pada dua peristiwa yang berbeda. Cara mengukur demikian sangat mahal, tetapi hanya dengan cara ini dapat diperoleh fakta mengenai satu perubahan sekaligus memperoleh pandangan tentang keberhasilan penyuluhan sebgai satu kegiatan pendidikan.

6.    Tingkat Perubahan dalam Perilaku kelompok sasaran
Penelitian adopsi terutama diarahkan untuk menentukan perubahan perilaku. Penyuluhan atas penelitian ini, jika diketahui sejauh mana metode yang direkomendasikan diterapkan, tetapi juga siapa yang menerapkan dan siapa yang tidak, dan kenapa. Terjadi perbedaan yang besar jika petani yang tidak menerapkan rekomendasi tidak menerima saran penyuluhan, atau jika petani tidak yakin bahwa saran itu benar.

7.    Tingkat Konsekuensinya bagi kelompok sasaran
Konsekuensi perubahan perilaku petani seperti yang diharapkan akan menunjukkan bahwa dugaan mengenai hierarki sasaran yang menjadi dasar program penyuluhan adalah benar. Ditemukan bahwa beberapa kelompok petani dapat berubah sedangkan yang lainnya tidak, untuk itu harus dianalisis penyebab dan konsekuensinya.

8.    Tingkat konsekuensinya bagi masyarakat
Perubahan perilaku kelompok sasaran biasanya mempunyai konsekuensi pada kelompok lain dalam masyarakat, bahkan pada seluruh struktur masyarakat yang bersangkutan.

Tujuan evaluasi akan menentukan data yang harus dikumpulkan untuk mengevaluasi program penyuluhan. Evaluasi dikenal menjadi dua jenis : evaluasi formatif yang mengumpulkan informasi untuk pengembangan program penyuluhan yang efektif, dan evaluasi sumatif yang mengukur hasil akhir satu program agar dapat memutuskan apakah akan diteruskan, diperluas, atau diperkecil. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif atau kualitatif. Data kuantitatif berguna untuk mengukur perubahan-perubahan yang terjadi karena program penyuluhan, sedangkan data kualitatif memberikan informasi mengenai alasan mengapa agen penyuluhan dan petani mengambil tindakan tertentu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar