Evaluasi
Penyuluhan Pertanian
Evaluasi
adalah alat manajemen yang berorientasi pada tindakan dan proses. Informasi
yang dikumpulkan kemudian dianalisis sehingga relevansi dan efek serta
konsekuensinya ditentukan sesistematis dan seobjektif mungkin. Data ini
digunakan untuk memperbaiki kegiatan sekarang dan yang akan datang seperti
dalam perencanaan, program, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan program
untuk mencapai kebijaksanaan penyuluhan yang lebih efektif. Data tersebut
mencakup penentuan penilaian keefektifan kegiatan dibandingkan dengan sumber
daya yang digunakan.
Evaluasi
dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan metode ilmu-ilmu sosial, tetapi
sebagian besar dilakukan oleh agen penyuluhan. Perlu dikembangkan metodologi
yang lebih sederhana, sesuai, dan kurang menyita waktu. Agen penyuluhan sering
membatasi dirinya hanya pada satu analisis yang sistematis saja, padahal
kadang-kadang mereka dapat mengumpulkan informasi tambahan melalui kuesioner.
Agen penyluhan dapat menggunakan evaluasi dengan cara lain, tujuannya bukan
untuk memberi pujian jika mereka melakukannya dengan baik, atau ganjaran jika
kurang baik, yang diharapkan adalah agar mereka termotivasi melaksanakan
tugasnya dengan baik dan emperoleh wawasan yang luas dari hasil pekerjaannya.
Evaluasi
mempunyai beberapa fungsi bagi agen penyuluhan. Evaluasi sebagai pemberi
informasi digunakan agen penyuluhan sebagai dasar pengambilan keputusan,
walaupun biasanya keputusan juga didasarkan pada bayangan yang ditunjukkan oleh
banyak sumber informasi, dan tidak dari satu sumber saja. Evaluasi dapat
melengkapi basis informasi sehingga menyebabkan terjadinya perubahan bertahap
dalam rencana. Evaluasi program yang telah selesai tidak memberikan informasi
yang berguna untuk perbaikan program bersangkutan tetapi pengalaman yang
diperoleh berharga untuk merencakan program berikutnya.
Masalah
utama dalam evaluasi adalah bahwa agen penyuluhan sering melihatnya sebagai
satu ancaman, terutama jika mereka kurang percaya diri atau tidak yakin akan
penilaian atasannya terhadap tugas mereka. Masalah yang gawat terutama pada
budaya dimana kritik bisa menyebabkan kehilangan muka dan tidak bisa dilihat
sebagai cara yang positif untuk membantu agen penyuluhan memperbaiki tugasnya,
dan berbicara dengan penuh keyakinan. Penilai dapat mengurangi perasaan
demikian dengan memberikan kesan bahwa agen penyuluhan dibantu untuk melakukan
sebaik-baiknya tugas bukan sedang diperlukan tugasnya. Penting bagi agen
penyuluhan untuk diikutsertakan
merumuskan pertanyaan untuk penelitian maupun membantu menafsirkan hasil
evaluasi.
Tingkat dan kriteria untuk menilai
program penyuluhan
Tingkat
yang lebih tinggi pada umumnya merupakan hasil tingkat yang lebih rendah.
Evaluator dapat mengarahkan perhatiannya pada setiap tingkatan. Semakin tinggi
tingkat yang diamati, semakin lebih akurat diketahui posisi sasaran akhir
program penyuluhan yang telah dicapai. Pada waktu yang sama, biasanya lebih
sulit menemukan kriteria pengukuran yang sesuai untuk perubahan pada tingkat
yang lebih tinggi. Sulit untuk membuktikan bahwa perubahan pada tingkat ini
merupakan hasil dari kegiatan penyuluhan, dan bukan karena faktor lain. Mudah
untuk menunjukkan penyebabnya, jika evaluasi juga dilakukan pada tingkat yang
lebih rendah walaupun tenaga kerja dan sarana lain mungkin tidak tersedia.
Tingkatan-tingkatan
untuk menilai program penyuluhan
1. Tingkat
Pemrograman kegiatan penyuluhan
Program penyuluhan
telah diberikan sejumlah pertanyaan yang dapat
digunakan untuk memutuskan apakah dapat diharapkan untuk mencapai hasil
yang diinginkan dengan program tertentu.
2. Tingkat
Penerapan program oleh agen penyuluhan
Tingkat ini biasanya
lebih disebut sebagai pemantauan daripada evaluasi, pemantau dapat mengamati
tenaga kerja dan sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan program yang
efektif.
3. Tingkat
Parsitipasi petani dalam kegiatan penyuluhan
Evaluator dapat
memeriksa jumlah penerbitan yang dibaca, jumlah kehadirannya pada pertemuan dan
demonstrasi dan permintaan akan saran penyuluhan dan sebagainya. Evaluator
dapat membandingkan informasi ini dengan yang dari kelompok sasaran yang akan
dicapai oleh agen penyuluhan.
4. Tingkat
Pendapat petani tentang kegiatan penyuluhan
Pendapat petani
mengenai kegiatan penyuluhan sering memberi peluang untuk membuat penyesuaian
sementara pada program penyuluhan. Evaluator harus memperhatikan isi dan metode
penyuluhan apakah program penyuluhan disesuaikan dengan kebutuhan berbagai
kategori sasaran dengan ain atau tidak. Pendapat petani akan menerangkan sampai
tingkat tertentu partisipasi mereka di dalam kegiatan penyuluhan
5. Tingkat
Perubahan dalam pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi, dan norma kelompok.
Evaluator tidak jarang
harus menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, motivasi, dan
norma kelompok, sedikitnya pada dua peristiwa yang berbeda. Cara mengukur
demikian sangat mahal, tetapi hanya dengan cara ini dapat diperoleh fakta
mengenai satu perubahan sekaligus memperoleh pandangan tentang keberhasilan
penyuluhan sebgai satu kegiatan pendidikan.
6. Tingkat
Perubahan dalam Perilaku kelompok sasaran
Penelitian adopsi
terutama diarahkan untuk menentukan perubahan perilaku. Penyuluhan atas
penelitian ini, jika diketahui sejauh mana metode yang direkomendasikan
diterapkan, tetapi juga siapa yang menerapkan dan siapa yang tidak, dan kenapa.
Terjadi perbedaan yang besar jika petani yang tidak menerapkan rekomendasi
tidak menerima saran penyuluhan, atau jika petani tidak yakin bahwa saran itu
benar.
7. Tingkat
Konsekuensinya bagi kelompok sasaran
Konsekuensi perubahan
perilaku petani seperti yang diharapkan akan menunjukkan bahwa dugaan mengenai
hierarki sasaran yang menjadi dasar program penyuluhan adalah benar. Ditemukan
bahwa beberapa kelompok petani dapat berubah sedangkan yang lainnya tidak,
untuk itu harus dianalisis penyebab dan konsekuensinya.
8. Tingkat
konsekuensinya bagi masyarakat
Perubahan perilaku
kelompok sasaran biasanya mempunyai konsekuensi pada kelompok lain dalam
masyarakat, bahkan pada seluruh struktur masyarakat yang bersangkutan.
Tujuan evaluasi akan
menentukan data yang harus dikumpulkan untuk mengevaluasi program penyuluhan.
Evaluasi dikenal menjadi dua jenis : evaluasi formatif yang mengumpulkan
informasi untuk pengembangan program penyuluhan yang efektif, dan evaluasi
sumatif yang mengukur hasil akhir satu program agar dapat memutuskan apakah
akan diteruskan, diperluas, atau diperkecil. Data yang dikumpulkan berupa data
kuantitatif atau kualitatif. Data kuantitatif berguna untuk mengukur
perubahan-perubahan yang terjadi karena program penyuluhan, sedangkan data
kualitatif memberikan informasi mengenai alasan mengapa agen penyuluhan dan
petani mengambil tindakan tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar