Rabu, 02 Oktober 2013

DAMPAK SIFAT SENSITIF

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat,  bangsa  dan  negara.  Individu  yang  berkarakter  baik  adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Karakter dibentuk dari manusia itu kecil dengan pengaruh faktor internal dan eksternal, lingkungan internal adalah lingkungan keluarga sedangkan lingkungan eksternal adalah lingkungan masyarakat sekitar tempat tinggal dan lingkungan pendidikan.
Karakter dibentuk mulai kecil dan menjadi ciri khas manusia, namun karakter cenderung disebut dengan sifat karena dalam melakukan kehidupan seperti cara berfikir dan berperilaku menggunakan hal tersebut. Sifat merupakan bawaan dari lahir yang menjadi kebiasaan manusia dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Sifat sangat sulit dirubah, karena sudah menjadi bagian dari manusia dalam menjalankan kehidupannya.
Sifat manusia terbagi menjadi dua, yaitu sifat positif dan sifat negatif. Sifat positif akan membuat manusia tenang dalam menjalankan kehidupannya, karena setiap masalah yang muncul dipandang dari segi positif sehingga tidak ada halangan yang berarti dalam menjalankan kehidupannya dan tetap bersyukur kepada tuhan. Sifat negatif akan membuat manusia tidak tenang dalam menjalankan kehidupannya, karena setiap masalah yang muncul dipandang dari segi negatif sehingga masalah yang ada hanya dianggap sebagai beban dan kehidupannya hanya berisi keluhan kepada tuhan.
Sifat pada manusia cenderung menjadi kepribadian atau karakter manusia itu sendiri, apabila sifatnya baik maka kepribadiannya juga baik dan sebaliknya apabila sifatnya kurang baik maka kepribadiannya juga kurang baik. Sifat tersebut yang akan menjadi warna dalam kehidupan manusia, karena manusia berinteraksi dengan manusia lainnya. Salah satu contoh sifat manusia yang negatif adalah sifat sensitif (mudah tersinggung), sifat ini tidak baik ketika kita berintaksi dalam kehidupan seri-hari. Sifat ini menimbulkan perpecahan antara manusia yang satu dan manusia yang lain, karena perkataan orang lain dianggap kurang baik dan menyakiti hatinya. Sifat ini tidak baik apabila dibiarkan tumbuh berkembang dan tumbuh secara berlebihan, karena karakter setiap orang berbeda-beda dalam berinteraksi pasti kita menemui karakter orang yang kasar dan apabila sifat sensitif ini berlebihan pasti akan sakit hati sendiri dan semakin terkucilkan dari masyarakat.

1.2  Tujuan
1.        Untuk mengetahui faktor yang mendorong sikap sensitif cenderung muncul pada perempuan
2.        Untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap munculnya sikap sensitif
3.        Untuk mengetahui dampak buruk yang ditimbulkan sifat sensitif dalam pergaulan
4.        Untuk mengetahui cara menghilangkan sifat sensitif agar tidak menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari

1.3   Rumusan Masalah
1.        Mengapa sikap sensitif cenderung muncul pada perempuan?
2.        Apakah sifat sensitif muncul karena pengaruh lingkungan?
3.        Apa saja dampak buruk yang ditimbulkan sifat sensitif dalam pergaulan?
4.        Bagaimana menghilangkan sifat sensitif agar tidak menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari?








BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Karakter
Menurut (Ditjen Mandikdasmen - Kementerian Pendidikan Nasional), Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat,  bangsa  dan  negara.  Individu  yang  berkarakter  baik  adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
Fajri menguraikan, karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seorang dari yang lain, tabiat, watak yang menjadi ciri khas seseorang (Depdiknas, 2007 : 442).
W.B. Saunders, (1977: 126) menjelaskan bahwa karakter adalah sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu, sejumlah atribut yang dapat diamati pada individu.
Gulo W, (1982: 29) menjabarkan bahwa karakter adalah kepribadian ditinjau  dari titik  tolak etis  atau  moral,  misalnya kejujuran seseorang, biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap.
Kamisa, (1997: 281) mengungkapkan bahwa karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak. Berkarakter artinya mempunyai watak, mempunyai kepribadian.

2.2 Faktor pendukung sifat sensitif
Salah satu faktor yang mendukung sifat sensitif adalah naluri, perempuan dalam memandang semua hal selalu menggunakan naluri atau perasaan. Hal ini yang menyebabkan sifat sensitif cenderung muncul pada perempuan. Naluri seorang perempuan yang lembut membuatnya sedih apabila mendengar kata-kata kasar, hal ini tidak menimbulkan masalah apabila masih berada di ambang batas yang wajar. Apabila naluri berlebihan, akan menimbulkan sifat sensitif yang berlebihan pula. Kata-kata yang menurut sebagian orang biasa saja, namun menurut orang yang sensitif menyinggung perasaannya (Fajri, 2007).
2.3 Lingkungan yang mendukung sifat sensitif
2.3.1 Pengaruh Lingkungan Keluarga
            Lingkungan pertama yang berhubungan dengan manusia ketiak lahir di dunia adalah orang tuanya. Melalui lingkungan inilah manusia mulai mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup yang berlaku sehari-hari. Melalui lingkungan keluarga inilah manusia yang masih kecil (anak) mengalami proses sosialisasi awal. Orang tua biasanya mencurahkan perhatiannya untuk mendidik anak, agar anak tersebut memperoleh dasar-dasar pergaulan hidup yang benar melalui penanaman sikap disiplin dan kebebasan serta penyerasiannya. Pada saat ini orang tua dan anggota keluarga lainnya melakukan sosialisasi melalui kasih sayang, atas dasar kasih sayang itu mendidik untuk mengenal nilai-nilai tertentu seperti nilai ketertiban, nilai ketentraman, dan nilai yang lainnya (Zakiah, 2003).
            Keluarga juga merupakan pelaksana pegawasan sosial yang penting. Banyak norma-norma yang dipelajari dalam keluarga dan merupakan pembatas tingkah laku yang sesuai. Kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat dan kontrol kelembagaan yang mengatur peradilan, perkawinan, peranan-peranan pribadi maupun umum dari suami dan istri merupakan pelajaran yang luas di dalam keluarga. Motivasi dan keberhasilan studi salah satunya di pengaruhi oleh lingkungan keluarga.  Orang tua terlalu mementingkan disiplin atau memberikan kebebasan dari pada disiplin, ternyata keseimbangan keduanya sangat diperlukan anak untuk berkembang dan mencapai impian yang diinginkan (Kamisa, 1997).

2.3.2 Pengaruh Lingkungan Sosial
            Lingkungan sosial adalah segala faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan pribadi manusia, yang berasal dari luar diri pribadi. Secara konsepsional, maka lingkungan sosial mencakup unsur-unsur :
a.         Proses sosial inti adalah interaksi sosial yang merupakan proses hubungan timbal balik antar individu, antar kelompok, dan antar pribadi dengan kelompok.
b.        Struktur sosial menjadi landasan sosial, oleh karena mencakup aspek-aspek sosial yang pokok yakni kelompok sosial, kebudayaan, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan dan wewenang.
c.         Perubahan-perubahan sosial yang dimaksud dengan perubahan yang terjadi pada struktur sosial, secara sosiologis lingkungan budaya merupakan hasil lingkungan sosial (Zakiah, 2003).

2.3.3 Pengaruh Lingkungan Sekolah
            Lingkungan sekolah berpengaruh penting dalam pembentukan karakter manusia karena lingkungan sekolah sebagai pelengkap dari lingkungan keluarga. Di lingkungan sekolah manusia mulai berinteraksi dengan manusia lain yang umurnya sama atau sepermainan, saat itu seorang anak sudah mulai mempunyai sahabat-sahabat yang terasa dekat sekali dengannya. Sahabat-sahabt itu memang di perlukan sebagai penyaluran berbagai aspirasi yang memperkuat unsur-unsur kepribadian yang diperoleh dari rumah. Sudah tentu bahwa sahabat juga cenderung dan memiliki kesempatan yang besar untuk memberikan pengaruh yang baik dan benar, walaupun tidak mustahil bahwa ada sahabat yang memberikan pengaruh yang kurang baik. Kelompok sahabat tersebut berkembang dengan lebih luas, perkembangan lebih luas antara lain disebabkan karena bertambah luas ruang lingkup pergaulannya baik di sekolah maupun di luar sekolah (Zakiah, 2003).

2.4 Dampak sikap sensitif terhadap kehidupan sehari-hari
            Dampak yang ditimbulkan sikap sensitif terhadap kehidupan sehari-hari adalah sosialisasi kita terhadap manusia yang lain akan terganggu karena dalam berinteraksi diperlukan media komunikasi yaitu berbicara dengan menggunakan bahasa yang dimengerti satu sama lain. Berbicara dengan orang lain menggunakan perkataan yang kadang-kadang sengaja atau tidak sengaja sedikit kasar yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Hal itu sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang pada akhirnya dapat mengganggu ketentraman hidup manusia (Jully, 2001).
2.5 Kiat-kiat menghilangkan sifat sensitif
a. Jangan hanya menggunakan perasaan dalam mendengarkan perkataan orang lain, terkadang gunakan fikiran dan berfikirlah secara rasional.
b. Berinteraksilah dengan lebih banyak orang yang memiliki karakter berbeda, itu akan membantu mempertebal sikap toleransi kepada orang lain.
c. Berinteraksilah dengan berbagai suku yang berbeda, maka pemahaman kosa kata akan bertambah dan tidak sakit hati dengan perkataan yang sedikit kasar.
d. Jangan selalu serius ketika berbicara dengan orang lain, karena mungkin satu saat lawan bicara mengajak bergurau (Jully, 2001).






















BAB 3. PEMBAHASAN
3.1 Faktor-faktor yang mendorong sikap sensitif pada perempuan
Faktor yang mendorong sifat sangat banyak diantaranya adalah faktor perasaan atau naluri yang ada pada perempuan biasanya digunakan untuk berfikir dan berperilaku. Naluri pada perempuan sangatlah kuat, itu sangat berguna ketika digunakan untuk sesuatu yang positif seperti naluri seorang ibu yang tahu ketika anaknya sakit. Naluri seorang perempuan yang kuat terkadang berlebihan ketika naluri itu menimbulkan munculnya sifat sensitif, perempuan lebih mudah tersinggung dibandingkan laki-laki. Perempuan mempunyai perasaan yang halus dan sangat mudah tersakiti oleh perkataan orang lain.
Faktor keluarga yang memanjakan perempuan karena mempunyai sifat sensitif akan membuat perempuan semakin manja dan sifat sensitifnya akan berkembang dengan berlebihan. Keluarga yang terbiasa memanjakan anaknya akan membuat anak semakin manja dan mempunyai sifat negatif seperti sensitif. Saat berinteraksi dengan teman sebaya ketika si anak bermasalah dengan sifat sensitifnya, keluarga harus menyadarkan anaknya bahwa itu tidak baik. Keluarga yang malah membela anaknya dan menyalahkan orang lain karena tidak toleransi dengan sifat anaknya yang sensitif akan membawa dampak buruk pada anak di kemudian hari.
Anak akan terus berperilaku seperti karena didukung keluarga dan merasa aman karena terlindungi keluarga apabila orang lain tidak suka dengan sikapnya keluarga akan membelanya. Perbuatan seperti itu bukanlah pendidikan yang cabik untuk anak, karena si anak tidak akan pernah mandiri dan sadar akan kesalahan dirinya. Perempuan memang istimewa, bisa di istimewakan sebagai bentuk menghormati, tapi apabila hal itu dilakukan secara berlebihan akan membuat perempuan menang sendiri dan sifat sensitifnya semakin kuat.
Sifat sensitif muncul karena perempuan lebih banyak menggunakan perasaannya dalam melakukan segala hal, sedangkan laki-laki lebih banyak menggunakan pikirannya dibandingkan perasaannya. Perempuan akan menjadi sangat lemah ketika mengandalakan persaaanya apalagi dengan sifat sensitif yang berlebihan, terkadang orang lain bukannya menghargai tapi malah menindas. Maka sebagai perempuan seharusnya tidak perlu mempunyai sifat sensitif yang berlebihan, karena itu bukan membuat perempuan semakin dihormati. Suatu saat bisa saja perempuan malah akan ditindas apabila mempunyai sifat sensitif yang berlebihan.

3.2    Pengaruh lingkungan terhadap munculnya sikap sensitif
Menurut sebuah penelitian yang dikutip oleh DR. Zakiah Daradjat, perilaku manusia itu 83% dipengaruhi oleh apa yang dilihat, 11% oleh apa yang didengar dan 6% sisanya oleh berbagai stimulus campuran. Dalam perspektif ini maka nasehat orang tua hanya memiliki tingkat efektifitas 11% dan hanya contoh teladan orang tua saja yang memiliki tingkat efektivitas tinggi. Ada tiga lingkaran lingkungan yang membentuk karakter manusia yaitu ; keluarga, sekolah, dan masyarakat. Meski ketiganya saling mempengaruhi, tetapi pendidikan keluarga paling dominan pengaruhnya.
            Suatu rumah tangga berhasil membangun keluarga sakinah, maka peran sekolah dan masyarakat menjadi pelengkap. Jika tidak maka sekolah kurang efektif, dan lingkungan sosial akan sangat dominan dalam mewarnai keluarga. Pada masyarakat modern pengaruh lingkungan sangat kuat, karena ia bukan saja berada di luar rumah tetapi menyelusup ke dalam setiap rumah tangga sehingga menimbulkan penyakit tersendiri yakni penyakit manusia modern.
Sensitif adalah salah satu penyakit manusia, karena sensitif merupakan sifat negatif manusia. Sensitif bisa tidak berkembang apabila dicegah sejak awal, lingkungan keluarga mempunyai peran penting dalam tahap ini. Orang tua bisa mendidik anaknya bahwa sifat itu tidak baik dan bisa merugikan anaknya di kehidupannya mendatang. Orang tua yang membiarkan anaknya mempunyai sifat tersebut dan memanjakan anaknya karena sifat tersebut akan membuat anak semakin manja dan si anak akan berperilaku seperti itu dilingkungan sekolah dan masyarakat karena sudah menjadi kebiasaan. Lingkungan sekolah yang tidak mendukung akan membuat anak terkucilkan dan individual.
Anak yang mempunyai sifat sensitif cenderung tidak disukai oleh teman-temannya, sehingga lingkungan keluarga seharusnya membantu anak tersebut untuk menghilangkan sifat tersebut. Apabila lingkungan sekolah malah mendukung dan memanjakan anak tersebut karena mempunyai sifat sensitif, sifat sensitif akan semakin berkembang dan anak tersebut akan semakin manja dan menggunakan sifat sensitifnya untuk sifat buruk yang lain. Peran orang tua kembali dibutuhkan untuk mengawasi perkembangan anaknya, sifat yang buruk harus segera dicegah ketika masih mengenyam pendidikan agar tidak menyebar ketika anaknya hidup dilingkungan masyarakat luas.

3.3         Dampak buruk yang ditimbulkan sifat sensitif dalam pergaulan
Pergaulan menuntut kita untuk saling menghargai satu sama lain, menghargai, toleransi, dan saling bekerjasama. Apabila kita mempunyai sifat yang negatif akan membuat kita tidak nyaman dalam pergaulan, atau bisa saja sifat itu membuat kita dikucilkan dari pergaulan. Salah satu sifat negatif yang membuat kita kurang mempunyai rasa toleransi adalah sifat sensitif, sifat ini membuat sifat negatif yang lain yaitu egois. Sifat sensitif membuat kita hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu tentang perasaan orang lain.
Lingkungan terkadang tidak semua mau menerima sifat sensitif, ada sebagian lingkungan yang tidak mau menerima orang yang mempunyai sifat sensitif. Oleh karena itu sifat sensitif tidak usah terus dibiarkan berkembang dalam diri kita, terkadang lingkungan yang tidak mau menerima orang yang mempunyai sifat sensitif cenderung mengucilkan orang tersebut. Sendiri di keramaian akan membuat manusia sebagai makhluk sosial merasa sedih.
Perkataan orang lain terkadang bisa dianggap kasar apabila orang tersebut memiliki sifat sensitif, walaupun perkataan yang tersebut menurut sebagian besar orang biasa saja. Perkataan yang biasa bisa dianggap kasar oleh orang yang memiliki sifat sensitif, maka orang yang memiliki sifat sensitif seharusnya lebih banyak berinteraksi dengan orang yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Hal itu membuat orang yang mempunyai sifat sensitif tidak mempunyai ruang lingkup pergaulan yang luas.
3.4         Cara menghilangkan sifat sensitif
Menghilangkan sifat sensitif bisa dimulai dari diri sendiri seperti; Belajarlah menghargai orang lain, layaknya menghargai diri sendiri. Jangan hanya menyalahkan orang lain, mungkin orang lain berkata kasar karena kita melakukan kesalahan. Berinteraksilah dengan lebih banyak orang yang mempunyai karakter yang berbeda-beda, dengan berinteraksi dengan orang yang mempunyai karakter yang berbeda maka kita bisa belajar bahwa tidak semua menganggap perkataan yang dianggap kasar oleh orang yang sensitif ternyata tidak dianggap kasar oleh orang lain.
Kemauan yang keras dari diri sendiri dengan terus melakukan intropeksi diri dan berinteraksi dengan orang lain. Keluarga membantu dengan tidak memanjakan anaknya lagi agar bisa menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri. Lingkungan teman dan sekolah juga membantu dengan mengajak berinterkasi orang yang mempunyai karakter keras namun tidak jahat. Mengenalkan bahwa ada beberapa suku yang terbiasa berinteraksi dengan bahas yang kasar namun itu tidak bermaksud menyaikiti perasaan orang lain.
Belajar menguasai diri sendiri agar lebih tegar menghadapi orang yang perkataannya kasar. Selalu mempunyai pikiran positif terhadap perkataan-perkataan yang dikeluarkan oleh orang lain, yakin bahwa perkataan itu dikeluarkan bukan untuk menyakiti perasaan orang lain. Mandiri dan berbuatlah baik pada semua orang dengan seperti itu orang lain tidak akan berkata kasar dan sifat sensitif bisa dikendalikan.





BAB 4. PENUTUP
4.1    Kesimpulan
Sifat manusia ada yang sensitif dan negatif, dan salah satu contoh sifat negatif manusia adalah sifat sensitif. Sifat sensitif itu tidak baik dipelihara dalam diri manusia secara terus-menerus, karena mempunyai dampak buruk yang sangat banyak. Sifat sensitif membuat manusia menang sendiri dan dikucilkan dari satu lingkungan. Sifat sensitif tidak mempunyai nilai positif apabila berlebihan, maka sifat sensitif tidak usah dijadikan alasan untuk membuat perempuan ingin dihargai, karena tanpa itu perempuan pasti lebih dihargai daripada laki-laki.

4.2    Saran
Sifat sensitif sebaiknya tidak perlu dibiarkan muncul dan terus berkembang dalam diri manusia. Sifat sensitif harus dijauhkan dari diri manusia agar manusia bisa dengan mudah berinteraksi dengan manusia lain dan tidak timbul konflik karena perkataan yang sebernarnya masih diamabang batas yang wajar. Sifat sensitif jangan dijadikan alasan untuk memanjakan perempuan karena perempuan lebih sensitif, itu Ian membuat perempuan mempunyai sifat sensitif yang berlebihan.

                             




DAFTAR PUSTAKA
Jully, W.2001.Pengertian Karakter dan Sifat Manusia.Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Depdiknas.2007.Pembagian Karakter Manusia.

Zakiah, M.2003.Dampak Buruk Sifat Sensitif

Kamisa, V.1997. Karakter dan Akhlak Manusia

Fajri, K.2007. Sensitif Sifat Negatif Manusia

http://stat420.blogspot.com/2009/07/definition-of-sensitif-scope-and.html. diakses 23.55, rabu, 20-02-2013


Saunders, WB.1977. Karakter Pembeda Sifat Manusia
http://www.karakter-pembeda-manusia.ac.nz/~iase/publications/1/10_26_ve.pdf. diakses 23.55 rabu, 19-02-2013

Gulo, W.1982. Karakter Kepribadian Manusia

http://stat420.blogspot.com/2009/07/karakter-of-kepribadian-scope-and.html. diakses 23.55, rabu, 20-02-2013





Tidak ada komentar:

Posting Komentar